Peneliti Politik Hukum Pembangunan dan HAM Ungkap Anatomi Korupsi Eks Jampidsus Febrie, Beberkan TPPU & Kerugian Negara

3 hours ago 4

Peneliti Politik Hukum Pembangunan dan HAM Ungkap Anatomi Korupsi Eks Jampidsus Febrie, Beberkan TPPU & Kerugian Negara

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti Politik Hukum Pembangunan dan Hak Asasi Manusia (HAM) Hasnu Ibrahim (kiri) dalam diskusi umum bertajuk "Dari Korupsi Batu Bara PLTU Hingga Pencucian Uang: Membedah Anatomi Korupsi dan TPPU dalam Skandal Eks Jampidsus Kejagung" yang diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMAPK) Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026). Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Skandal korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dinilai sebagai potret nyata kejahatan struktural yang merambat dari hulu ekstraksi sumber daya alam hingga bermuara pada krisis penegakan hukum di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Peneliti Politik Hukum Pembangunan dan Hak Asasi Manusia (HAM) Hasnu Ibrahim dalam diskusi umum bertajuk "Dari Korupsi Batu Bara PLTU Hingga Pencucian Uang: Membedah Anatomi Korupsi dan TPPU dalam Skandal Eks Jampidsus Kejagung" yang diselenggarakan oleh Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMAPK) Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).

Hasnu yang juga merupakan Manajer Penelitian dan Pengetahuan Lokataru Foundation ini mengungkapkan kasus ini hanyalah "puncak gunung es" dari praktik grand corruption yang melibatkan lingkaran utama penegakan hukum.

Kerugian Rp 5 Triliun dan "Gudang Emas" di Safe House

Dasnu dalam paparannya membeberkan skala fantastis dari skandal ini. Penyidik menemukan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 476 miliar dan emas batangan seberat 74 Kg yang disita dari 12 lokasi, termasuk sebuah safe house di Sentul.

"Namun, kita tidak boleh terkecoh dengan 74 Kg emas dan uang miliaran rupiah tersebut. Karena kita bisa belajar dari beberapa skandal besar di Indonesia di mana pola dasar korupsi besar di Indonesia masih banyak harta-harta haram yang perlu diungkap oleh aparat penegak hukum. Jadi, tak cukup jika berhenti di situ,” ujar Hasnu.

Lebih jauh lagi, kata Hasnu, indikasi kerugian perekonomian negara ditaksir mencapai Rp 5 triliun akibat manipulasi pasokan batu bara untuk PLTU sepanjang periode 2018-2026. Kejahatan ini berdampak langsung pada publik dengan memicu pemadaman listrik (blackout) secara masif di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.

Ada Tiga Lapisan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus

Peneliti Politik Hukum Pembangunan dan Hak Asasi Manusia (HAM) Hasnu Ibrahim memakai anatomi korupsi eks Jampidsus Febrie.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |