Penelitian di ITB Buktikan BPA Tak Terbentuk Jika Terjadi Degradasi Galon Guna Ulang

1 day ago 3

Penelitian di ITB Buktikan BPA Tak Terbentuk Jika Terjadi Degradasi Galon Guna Ulang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pakar Polimer Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T. Foto: Source

jpnn.com, BANDUNG - Belakangan ini banyak terjadi misinformasi terkait bahaya BPA pada galon guna ulang berbahan polikarbonat.

Menanggapi hal ini, Pakar Polimer Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, S.T., M.T. meluruskan bahwa senyawa polikarbonat yang menjadi bahan plastik pembuatan galon guna ulang yang biasanya digunakan sebagai kemasan air minum, tidak akan membentuk monomernya berupa Bisfenol A (BPA) dan Phosgene yang jika terjadi kerusakan atau degradasi terhadap kemasan tersebut.

“Penelitian yang kami lakukan di laboratorium polimer menunjukkan, galon guna ulang yang terdegradasi itu menghasilkan potongan-potongan senyawa kimia kecil secara acak, dan sama sekali tidak terbentuk lagi monomer awalnya yaitu BPA dan Phosgene,” ujarnya.

Dia mengungkapkan dalam penelitian yang dilakukan itu, senyawa polikarbonat galon guna ulang itu sengaja dirusak dengan menggunakan sinar Ultraviolet (UV).

“Nah, setelah kami teliti fragment yang ada dari hasil degradasi itu macam-macam bentuknya, tetapi, kami tidak menemukan satu pun dari fragment itu yang kembali lagi jadi monomer awalnya berupa BPA dan Phosgene,” tuturnya.

Menurutnya, secara kimiawi hampir semua plastik tipikalnya seperti itu. Dia menyontohkan pada pengolahan sampah plastik berbahan polypropylene yang menggunakan metode pirolisis yang juga tidak kembali lagi menjadi bahan pembentuk awalnya yaitu gas propylene.

“Yang keluar itu, kan, berupa minyak pirolisis yang digunakan untuk BBM, dan itu bukan senyawa penyusunnya. Itu hanya hasil potongan senyawa yang terdegradasi. Kalau yang terbentuk itu bahan baku pembentuknya, maka semua akan jadi gas propylene dan enggak akan ada produk cairnya,” kata dia.

Jadi, menurutnya, BPA yang bermigrasi ke dalam air galon polikarbonat itu kandungannya juga sangat rendah. Sudah dilakukan pengawasan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), migrasinya sesuai batas yang diizinkan saat galon tersebut diproduksi di pabrik pembuatannya.

Hasil penelitian di ITB membuktikan BPA tak terbentuk jika terjadi degradasi galon guna ulang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |