Petani Bawang Merah Mengeluh Masalah Drainase dan Ketersediaan Pupuk

1 hour ago 3

Jumat, 21 Agustus 2026 – 07:50 WIB

Petani Bawang Merah Mengeluh Masalah Drainase dan Ketersediaan Pupuk - JPNN.com Jogja

Petani bawang merah di Bantul. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, BANTUL - Para petani bawang merah di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, menyampaikan sejumlah keluhan mendasar terkait kendala pertanian kepada Pemerintah Kabupaten Bantul. Aspirasi tersebut disampaikan secara langsung saat acara Panen Raya Bawang Merah di Dusun Bulak Bungkus.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kalurahan Parangtritis Kadiso mengungkapkan bahwa letak geografis lahan pertanian yang berada di bawah pegunungan membuat area pesawahan rawan tergenang air saat hujan deras turun.

Selain ancaman genangan air, persoalan banjir rob tahunan dari pesisir juga menjadi ancaman serius bagi produktivitas tanaman bawang merah dan cabai merah.

"Ketika hujan deras, lahan pertanian di Parangtritis terjadi genangan air. Kondisi tersebut perlu diatasi dengan penambahan saluran drainase agar debit air yang tinggi tidak menggenangi lahan," ujar Kadiso.

Selain masalah tata kelola air, para petani juga mengeluhkan beberapa kendala teknis dan operasional lainnya di lapangan.

Menurut Kadiso, terdapat beberapa titik jalan yang rusak sehingga menyulitkan mobilitas budidaya dan pengangkutan hasil panen.

Kebijakan alokasi pupuk subsidi dari pusat dinilai kurang tepat sasaran untuk petani hortikultura.

Jatah yang didapat hanya NPK Phonska, padahal petani sangat membutuhkan jenis ZA dan SP-36 sehingga terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga tinggi.

Petani bawang merah dan cabai di Bantul mengeluh tentang ancaman drainase dan ketersediaan pupuk.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |