bali.jpnn.com, DENPASAR - Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat meninjau langsung proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar, Bali, Rabu (10/6).
Proyek strategis ini ditargetkan mulai beroperasi penuh dalam 15 bulan ke depan, tepatnya pada September 2027 mendatang.
Menteri Jumhur Hidayat memberikan catatan khusus kepada pemerintah daerah terkait manajemen pengangkutan sampah saat meninjau area PSEL di lahan seluas enam hektare yang berlokasi di sisi barat TPA Suwung—tepatnya di kawasan Mangrove Arboretum Park itu.
Ia mewanti-wanti agar armada truk yang digunakan memiliki standar tinggi, seperti jenis compactor (pemadat sampah).
Langkah ini penting untuk mencegah adanya ceceran sampah maupun kebocoran air lindi (cairan sampah) yang dapat memicu bau menyengat di sepanjang jalur perlintasan.
“Kami mengharapkan truk-truk yang mengantar ke sini harus betul-betul yang standar.
Jadi, jenis compactor, dipandang mata bagus, tidak ada yang bocor.
Karena kalau dari berbagai daerah ada kebocoran air lindi, masyarakat bisa marah sama PSEL ini,” kata Menteri LH Jumhur Hidayat.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)