jateng.jpnn.com, SEMARANG - Warga ramai-ramai menggeruduk Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Jalan Pahlawan, Kota Semarang sejak Rabu (22/7). Massa yang diperkirakan berjumlah 1.000 orang ini menggelar aksi bertajuk Jateng Guyub hingga Jumat (24/7) besok.
Massa yang berasal dari 30 kabupaten/ kota itu membawa persoalan lingkungan, tambang, buruh, petani, hingga agraria.
Dalam aksinya, massa membentangkan spanduk bertuliskan kritikan terhadap pemerintahan. Di antaranya, “Gubernur Ora Tahu Kerjo”, “Jateng Wes Gendeng”, “Lindungi Pejuang Lingkungan”, “Bangun Kekuatan Rakyat”.
Tampak, pada hari kedua ini, satu per satu massa berorasi di depan gerbang Kantor Gubernur Jateng. Mereka menyuarakan permasalahan dari daerah masing-masing.
Koordinator Lapangan Jateng Guyub Joko Prianto mengatakan latar belakang adanya gerakan ini berawal keresahan di beberapa daerah terutama di Jawa Tengah.
“Ada beberapa hari itu, kami perkirakan sekitar 1.000 lebih karena ada mahasiswa, buruh, petani, dan elemen masyarakat lainnya. Nanti mereka ada yang full, atau cuma sehari dan dua hari saja karena keterbatasan setiap orang punya kepentingan, punya kesibukan,” ujar Joko kepada JPNN.com, Kamis (23/7).
Dia menjelaskan selama ini masyarakat di berbagai kabupaten memperjuangkan persoalan tersebut secara sendiri-sendiri, termasuk penolakan terhadap aktivitas pertambangan.
“Kalau di Rembang sendiri, saya di Pegunungan Kendeng itu masalah tambang. Itu, kan, selama ini sendiri-sendiri. Makanya kemarin itu ya sekitar tiga bulan yang lalu menggagas bagaimana kalau kami ini bareng-bareng,” katanya.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
