jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Proses rekonstruksi kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, berlangsung panas dan emosional, Selasa (9/6/2026).
Para orang tua korban yang hadir di lokasi kejadian tak kuasa menahan amarah saat melihat langsung reka adegan yang dilakukan oleh 13 tersangka.
Suasana di sekitar lokasi berubah riuh ketika para tersangka dihadirkan oleh tim penyidik dari Polresta Yogyakarta.
Teriakan kecaman, cacian, hingga gestur amarah dari para orang tua mewarnai jalannya rekonstruksi.
Mereka mengaku tidak sanggup membendung emosi saat menyaksikan kembali bagaimana anak-anak mereka diperlakukan dengan keji, termasuk tindakan mengikat dan menelantarkan anak-anak yang seharusnya mereka asuh.
"Siapa yang kuat sebagai orang tua ketika melihat anak sendiri diikat-ikat? Mereka (tersangka) seolah-olah kemanusiaannya sudah mati," ujar Ismanto, salah satu orang tua korban, dengan nada geram.
Ismanto mengungkapkan bahwa tindakan para tersangka telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar.
Padahal, para orang tua menitipkan anak mereka dengan harapan mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang layak, bukan penyiksaan.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)