Respons KAI soal Viral Penumpang Dibuntuti di Commuter Line, Petugas Akan Dievaluasi

3 weeks ago 12

Jumat, 17 Juli 2026 – 20:22 WIB

Respons KAI soal Viral Penumpang Dibuntuti di Commuter Line, Petugas Akan Dievaluasi - JPNN.com Jatim

Ilustrasi pelecehan seksual di kereta api. Foto: Ilustrator Gemini

jatim.jpnn.com, SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya buka suara terkait viralnya dugaan penguntitan terhadap seorang penumpang perempuan di Commuter Line Supas rute Waru-Sidoarjo.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran atas peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7) malam tersebut.

"Dari hasil penelusuran kami, dapat kami sampaikan bahwa terduga pelaku yang dimaksud dalam utas Threads tersebut bukan pegawai KAI Group," kata Mahendro saat dikonfirmasi, Kamis (16/7).

Berdasarkan hasil penelusuran, terduga pelaku diduga merupakan penumpang umum yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas.

Meski demikian, KAI tidak akan memasukkan yang bersangkutan ke dalam daftar hitam (blacklist). Sebagai gantinya, pengawasan akan diperketat apabila terduga pelaku kembali menggunakan layanan kereta.

"Pertimbangan asas kemanusiaan, untuk saat ini pilihan tersebut (blacklist) tidak kami lakukan. Kami akan lebih meningkatkan pengawasan apabila yang bersangkutan naik kereta api," ujarnya.

Mahendro juga menanggapi sorotan terhadap petugas yang disebut korban tidak memberikan bantuan saat kejadian berlangsung. Menurut dia, hal tersebut menjadi bahan evaluasi internal perusahaan.

"Terkait petugas yang ada di kereta makan tidak membantu saat ada yang memerlukan perlindungan, hal tersebut menjadi evaluasi dan koreksi bagi kami," ungkapnya.

KAI Daop 8 Surabaya menyatakan terduga pelaku dalam kasus dugaan penguntitan penumpang Commuter Line bukan pegawai KAI. Petugas yang disorot akan dievaluasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |