jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerhati pelayanan publik Miko Saleh menyoroti polemik proyek pembangunan padel di Keputih, Surabaya yang diprotes petani tambak lantaran dinilai mengambil sempadan sungai.
Dia menilai status lahan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan aturan mengenai lingkungan hidup. Menurut dia, tanah di kawasan Keputih merupakan aset yang semestinya dilindungi dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
Miko mempertanyakan bagaimana lahan yang disebut sebagai tanah kas desa milik warga Surabaya tersebut dapat beralih untuk kepentingan pengembang swasta.
"Ini adalah satu-satunya harta orang Surabaya yang memiliki hak sah dalam permasalahan ini. Mengapa ujung-ujungnya aset tersebut bisa lepas kepada pengembang, padahal itu murni tanah kas desa milik warga Surabaya?" kata Miko dalam keterangan tertulis, Senin (24/8).
Dia menjelaskan sebagian kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan garapan petani tambak lokal dan kawasan sempadan sungai. Miko juga menyinggung aturan mengenai pengelolaan aset desa serta ketentuan sempadan yang berada dalam kewenangan instansi terkait.
Menurut dia, aturan mengenai sempadan harus dipatuhi karena berkaitan dengan fungsi lingkungan dan perlindungan kawasan sungai. Alih fungsi lahan, kata dia, juga dikhawatirkan berdampak terhadap daerah resapan air serta mempersempit ruang aliran sungai di kawasan tersebut.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Cahaya Mentari Purnama Syamsul Maarif mengatakan warga yang melakukan aksi di Kantor Kelurahan Keputih menolak pencampuran antara fasilitas umum (fasum) dan kawasan sempadan sungai.
Warga meminta pemerintah menyelesaikan persoalan batas sempadan terlebih dahulu sebelum proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang berkaitan dengan rencana pembangunan lapangan padel dilanjutkan.





































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5936740/original/045917400_1778834043-Nova.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5930742/original/008593800_1778828325-Gemini_Generated_Image_71yitq71yitq71yi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4912942/original/090478700_1723120672-Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_3.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5945506/original/001671800_1778842464-WhatsApp_Image_2026-05-15_at_15.30.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462119/original/028522100_1767506156-20260104AA_Persija_vs_Persijap-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312520/original/061784600_1785502919-SaveInta.com_762864197_17983759941020020_4132949531562319994_n.jpg)
