Soroti Kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT, Pengamat: Baik, tetapi Sarat Pencitraan

8 hours ago 11

 Baik, tetapi Sarat Pencitraan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyerahkan bantuan korban gempa menuai sorotan, karena dinilai sarat akan muatan pencitraan politik.

Pengamat Politik Dedi Kurniansyah menilai aksi kemanusiaan yang dilakukan pria yang akrab disapa KDM tersebut merupakan langkah yang baik. Namun, ia tidak menampik adanya kepentingan politik di balik kunjungan tersebut.

"Memberi bantuan itu baik, yang buruk adalah muatan pencitraan dan hal yang kurang perlu," kata Dedi, pada Sabtu (22/8).

Dedi menilai kehadiran KDM ke NTT merupakan kesempatan untuk membangun 'citra'. Meskipun, biaya yang dihabiskan untuk berangkat ke NTT terbilang besar dan tak efisien.

"Hadirnya Dedi Mulyadi tentu tidak efisien, ia membawa tim besar, pembiayaan di luar nilai bantuan juga pasti turut besar, tetapi jika tidak hadir langsung Dedi Mulyadi kehilangan momentum membangun citra populis, terlebih ia juga merangkap sebagai kreator media sosial," ucap dia.

"Tentu tidak sebanding dengan pemimpin daerah lain yang sama-sama membantu tetapi tidak dijadikan kepentingan politik populis," lanjutnya.

Dedi juga mengatakan, Dedi Mulyadi sedang mengalami semacam sindrom selebritas. KDM sedang haus pujian dan simpati publik.

Maka dari itu, masyarakat diimbau agar tidak terlena dengan semua hiasan di media sosial.

Pengamat politik mengkritik kedatangan Dedi Mulyadi ke NTT untuk memberikan bantuan kepada korban bencana gempa.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |