2 Lokasi Ini Akan Dibangun Hunian Vertikal di Jogja

2 hours ago 3

Sabtu, 30 Mei 2026 – 19:05 WIB

2 Lokasi Ini Akan Dibangun Hunian Vertikal di Jogja - JPNN.com Jogja

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah meninjau pembangunan hunian di Kampung Lampion pada Jumat (29/5). Foto: M. Sukron Fitriansyah/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah mulai memikirkan cara menyikapi tingginya kepadatan penduduk di Kota Yogyakarta. Sebagai solusi atas keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah, pemerintah berencana menerapkan konsep hunian vertikal atau rumah susun di tengah kota.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa pengembangan hunian vertikal menjadi langkah krusial agar masyarakat tidak perlu berpindah terlalu jauh ke pinggiran kota.

"Pola tinggal harus mulai dikonsolidasikan secara vertikal. Tinggal vertikal itu justru lebih efisien dan nyaman. Kami mencari wilayah-wilayah baru, tetapi syaratnya di tengah kota supaya kehidupan masyarakat tidak berpindah terlalu jauh," ujar Fahri di Yogyakarta, Jumat (29/5).

Dalam rencana pengembangan awal, terdapat dua lokasi yang disiapkan menjadi titik pembangunan hunian vertikal, yakni Kampung Lampion dan Taman Keselamatan Lalu Lintas Giwangan.

Fahri menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada status tanah yang merupakan aset negara, baik milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun BUMN.

Dengan status tersebut, biaya pengadaan lahan dapat ditekan secara signifikan melalui subsidi negara sehingga hunian nantinya dapat lebih terjangkau bagi masyarakat.

Pembangunan hunian di tengah kota dinilai penting untuk mencegah fenomena urban sprawl atau kota yang memencar secara tidak teratur ke pinggiran.

Fahri mengingatkan bahwa jika warga dipindahkan terlalu jauh dari pusat kota, mereka akan kesulitan mengakses infrastruktur dasar seperti sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya.

Kementerian Perumahan berencana membangun hunian vertikal di Kota Yogyakarta. Dua lokasi ini dipilih karena dianggap strategis.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |