3 Kali Prabowo ke Prancis Selama 2026, PDIP: Ini Menjadi Pertanyaan

2 hours ago 3

 Ini Menjadi Pertanyaan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Paris, Republik Prancis, pada Selasa (26/5) dengan menggunakan pesawat kenegaraan. Foto: dokumentasi biro pers Istana

jpnn.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyebut kunjungan Presiden RI ke negara asing biasanya punya tujuan konkret, teragenda ketat, dan terbuka ke publik. 

Andreas bahkan menyebut Presiden pertama RI Soekarno dan Presiden kedua RI Soeharto selalu punya jadwal ketat ketika berkunjung ke negara asing.

Hal demikian dikatakan dia saat menjawab pertanyaan awak media soal langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang berkunjung tiga kali ke Prancis selama 2026.

"Ya, tentu, kunjungan luar negeri itu, tentu ada tujuannya begitu," kata dia ditemui setelah acara Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD fraksi PDIP Tingkat I dan II se-Indonesia masa bakti 2024-2029 di Jakarta, Sabtu (30/5).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menyebut Sekretaris Negara (Setneg) dan juru bicara harus bisa membeberkan tujuan Prabowo ketika bertandang keluar negeri.

"Menyampaikan apa agenda-agenda perjalanan luar negeri tersebut, dan apa yang ingin dicapai melalui perjalanan-perjalanan luar negeri tersebut," kata Andreas. 

Dia menilai penjelasan mengenai kunjungan Presiden RI seharusnya disampaikan sebelum keberangkatan dan bukan setelah lawatan dilakukan.

Andreas sendiri mengkritik praktik pemberitahuan keberangkatan dan tujuan kunjungan luar negeri era Prabowo disampaikan setelah kegiatan dilaksanakan. 

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai penjelasan mengenai kunjungan Presiden RI seharusnya disampaikan sebelum keberangkatan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |