Titik-Titik Rawan Kekeringan di Sleman

3 weeks ago 11

Kamis, 16 Juli 2026 – 10:15 WIB

Titik-Titik Rawan Kekeringan di Sleman - JPNN.com Jogja

ILustrasi - Kekeringan pada musim kemarau di Jogja. Foto: Kementerian Pertanian

jogja.jpnn.com, SLEMAN - Menghadapi ancaman musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya, PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman melakukan pemetaan wilayah.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi penurunan tekanan air serta gangguan pasokan yang kerap menghantui pelanggan saat puncak musim kemarau.

Direktur PDAM Tirta Sembada Edy Nugroho mengungkapkan bahwa pemetaan strategis dilakukan berdasarkan beberapa indikator krusial, mulai dari elevasi wilayah, jarak dari sumber air utama, kepadatan pelanggan, hingga karakteristik jaringan distribusi yang ada.

Berdasarkan analisis teknis, PDAM Sleman mengidentifikasi beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus.

Di Sleman bagian barat, yaitu Godean, Moyudan, dan Seyegan menjadi daerah paling rentan terhadap penurunan tekanan air karena posisi geografis yang relatif jauh dari sumber air utama.

Di kawasan padat penduduk, seperti Kecmatan Depok dan Ngaglik, fokus pada manajemen lonjakan konsumsi air, terutama pada jam-jam puncak pemakaian.

Sedangkan untuk wilayah utara, yaitu Pakem, Turi, dan Cangkringan, ada tantangan ketinggian yang memerlukan tekanan distribusi lebih besar untuk menjangkau pelanggan di dataran tinggi.

Strategi Teknis dan Jangka Panjang
Untuk menjaga stabilitas distribusi, PDAM Sleman telah menyiapkan langkah antisipasi teknis, di antaranya pemasangan booster pump (pompa pendorong), pembangunan reservoir zonasi, manajemen tekanan, serta optimalisasi interkoneksi antarjaringan.

PDAM Tirta Sembada telah memetakan titik-titik rawan bencana kekeringan di Sleman. Stragi droping air disiapkan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |