Vegetasi Rusak akibat Karhutla, BPBD Bandung Ingatkan Risiko Longsor Saat Musim Hujan

4 hours ago 4

Senin, 31 Agustus 2026 – 10:00 WIB

Vegetasi Rusak akibat Karhutla, BPBD Bandung Ingatkan Risiko Longsor Saat Musim Hujan - JPNN.com Jabar

Ilustrasi material longsor yang terbawa akibat banjir dan tanah longsor yang menerjang permukiman warga. Foto: Source for JPNN

jabar.jpnn.com, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memperkuat mitigasi potensi pergerakan tanah dengan mengantisipasi kerusakan vegetasi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Analis Kebencanaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Ridwan Maulana, mengatakan vegetasi yang rusak akibat kebakaran dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah ketika musim hujan kembali tiba.

Menurut dia, hilangnya vegetasi membuat kemampuan tanah dalam menyerap air berkurang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan aliran permukaan atau run-off ketika hujan turun sehingga berpotensi memperbesar risiko longsor.

“Kalau area-area yang terbakar, vegetasinya yang awalnya rimbun menjadi hilang. Ketika musim hujan datang, infiltrasinya kurang, run-off-nya tinggi, otomatis akan menimbulkan risiko longsor yang lebih tinggi,” kata Ridwan.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi selama musim kemarau.

Terlebih, Kabupaten Bandung memiliki sejumlah kawasan perbukitan dan lereng yang berdasarkan pemetaan masuk wilayah berpotensi mengalami pergerakan tanah.

16 Kecamatan Berpotensi Gerakan Tanah

Ridwan menjelaskan pergerakan tanah merupakan salah satu jenis bencana geologi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

BPBD Kabupaten Bandung mewaspadai risiko gerakan tanah akibat kerusakan vegetasi pascakarhutla. Sebanyak 16 kecamatan memiliki potensi gerakan tanah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |