jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Warga Watubolong mengadukan aktivitas di destinasi wisata On The Rock ke DPRD Gunungkidul dan pemerintah daerah pada Selasa (22/9). Audiensi tersebut dihadiri juga oleh LBH Yogyakarta dan Walhi Yogyakarta.
Mereka menilai aktivitas On the Rock telah membatasi akses publik dan mengancam kelestarian lingkungan hidup di Kawasan Pantai Watubolong.
Warga Watubolong Wasno mengatakan PT Argenta telah menutup akses jalan ke Pantai Watubolong.
"Sebelum PT tersebut datang, kami sudah ada di sana dan jalan itu sudah ada sebelumnya. Intinya, jalan tidak boleh ditutup dan warga tidak mau dipindahkan," kata Wasno.
Menurutnya, keberadaan On The Rock membuat warga khawatir dengan masa depan mereka sehingga harus ditindaklanjuti pemerintah daerah.
"Pemerintah Gunungkidul tidak boleh tutup mata dengan masalah ini, jangan hanya mengambil hasil TPR,tempat parkir, retribusi dari pariwisata, tanpa memperhatikan kesejahteraan dan akses warganya atas privatisasi yang dilakukan on the rock," katanya.
Ketua Pokdarwis Pantai Watubolong Yulianto mengatakan sosialisasi yang dilakukan tidak melibatkan warga lokal secara luas.
LBH Yogyakarta sebagai kuasa hukum menyampaikan bahwa Watubolong merupakan rumah bersama karena yang mengelola bukan hanya pokdarwis, tetapi juga warga di wilayah Kalurahan Banjarejo dan Kapanewon Tanjungsari.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















