11 Hektare Sawah di Tulungagung Kekeringan, Dispertan Ungkap Wilayah Paling Rawan

5 hours ago 1

Kamis, 30 Juli 2026 – 17:02 WIB

11 Hektare Sawah di Tulungagung Kekeringan, Dispertan Ungkap Wilayah Paling Rawan - JPNN.com Jatim

Petani menggarap lahan sawah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Dinas Pertanian Tulungagung mencatat 11 hektare tanaman padi terdampak kekeringan selama musim kemarau, namun seluruh lahan masih dapat ditangani sehingga belum terjadi gagal panen. (Destyan Sujarwoko)

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung mencatat seluas 11 hektare tanaman padi terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Meski demikian, seluruh lahan masih dapat diselamatkan sehingga belum ada laporan gagal panen atau puso.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto mengatakan laporan pertama kekeringan diterima pada Juni 2026 dari Kecamatan Pakel.

"Laporan pertama kami terima pada Juni dengan luas terdampak sekitar tujuh hektare di Kecamatan Pakel," kata Suyanto.

Dia menjelaskan lahan terdampak berada di Desa Ngebong seluas dua hektare dan Desa Suwaluh sekitar lima hektare.

Memasuki awal Juli, kekeringan kembali melanda lahan pertanian di Kecamatan Campurdarat, tepatnya di Desa Pelem dan Desa Wates dengan total luas sekitar empat hektare.

"Total lahan tanaman padi yang terdampak kekeringan hingga saat ini mencapai 11 hektare," ujarnya.

Suyanto menjelaskan kondisi di Kecamatan Pakel berhasil ditangani melalui bantuan pompanisasi sehingga tanaman padi tetap dapat diselamatkan.

Sementara itu, upaya penanganan di Kecamatan Campurdarat masih terus dilakukan untuk mencegah dampak kekeringan meluas.

Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung mencatat seluas 11 hektare tanaman padi terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |