jateng.jpnn.com, KUDUS - Dua orang meninggal dunia dan satu balita masih dalam pencarian setelah banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, korban tewas pertama adalah AW (26), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae. Korban terseret arus saat mandi di sungai akibat banjir besar.
Korban kedua, Sriyatun, warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, meninggal dunia setelah tertimpa material longsor di warung miliknya pada Minggu (11/1).
Sementara itu, balita berinisial IN (5), warga Desa Karangbener, Kecamatan Gondangmanis, masih dalam pencarian setelah terseret arus banjir.
“Dua orang meninggal dunia, satu masih dalam pencarian,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, Senin (12/1).
Banjir dan longsor terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kudus sejak Jumat (9/1).
Kondisi ini membuat debit Sungai Gelis, Sungai Piji, dan Sungai Dawe meluap menerjang ribuan rumah di Kecamatan Mejobo, Kudus Kota, Jekulo, Bae, dan Kaliwungu.
“Ketinggian air mencapai 20 hingga 60 cm,” kata Ahmad Munaji.































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340249/original/020406300_1757162119-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-008.jpg)













:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5359039/original/080560000_1758618147-20250923BL_Konpers_Menpora_Erick_Thohir_Mengenai_Langkah_Penyempurnaan_Regulasi_Kepemudaan_dan_Keolahragaan_8.JPG)




