jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Api misterius yang terus muncul di sebuah rumah di Seyegan, Kabupaten Sleman akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.
Berbagai ahli hingga instansi turun tangan mencari pemicu kemunculan api yang sering membakar perabotan pemilik rumah.
Pakar Geologi sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) UPN Veteran Yogyakarta R.M. Basuki Rahmad menepis kebakaran yang terjadi berkaitan dengan hal mistis.
Menurutnya, kebakaran yang acap kali terjadi karena fenomena geologi.
"Dari hasil investigasi tim kami di lapangan, ditemukan adanya akumulasi gas metana alami yang terperangkap di dalam batuan bekas rawa. Gas ini kemudian bermigrasi ke atas melalui celah atau rekahan tanah hingga mencapai permukaan lalu terwujud dalam bentuk paparan gas yang sangat mudah tersulut api," ucapnya, Minggu (31/5).
Basuki mengatakan lokasi kejadian secara historis merupakan area rekahan batuan bekas rawa.
Kemudian, material organik yang tertimbun selama ribuan tahun itu telah mengalami proses pembusukan alami tanpa oksigen sehingga membentuk kantung-kantung gas metana pekat di bawah permukiman warga.
Gas metana inilah yang memicu area tersebut mudah terbakar.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)