jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kelompok yang mengatas namakan dirinya Arek Suroboyo Asli (Arsas) menyatakan sikap atas sejumlah permasalahan yang ada di Surabaya, dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Umum Arsas, Herry Bimantara mengatakan ada sejumlah poin pernyataan sikap yang terbagi menjadi satu tuntutan dan empat usulan, kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Kami sengaja membedakan antara tuntutan dan usulan. Tuntutan itu sikap tegas atas persoalan yang membutuhkan kepastian dan penegakan aturan,” kata Herry tertulis, Rabu (2/9).
“Lalu empat poin lainnya merupakan usulan kebijakan yang kami sampaikan agar dapat dikaji dan dipertimbangkan pemerintah sesuai kewenangannya,” imbuh dia.
Pertama, Herry menuntut penegakan aturan parkir diterapkan secara konsisten dan berkeadilan, dengan berpedoman peraturan wali kota dan ketentuan perundang-undangan.
“Aturan harus berlaku secara konsisten dan tidak boleh menimbulkan persepsi adanya perlakuan berbeda terhadap kelompok tertentu,” ujarnya.
Arsas juga mengusulkan Pemkot Surabaya memberikan fasilitas parkir gratis bagi ojek online (ojol). Sebab, pekerjaan tersebut membutuhkan mobilitas yang tinggi.
“Kami meminta agar penerapannya dikaji, termasuk mekanisme, lokasi, waktu serta ketentuannya agar tetap tertib dan tidak mengganggu kepentingan pengguna jalan lainnya,” ucapnya.







.jpeg)



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















