Bali Darurat Agraria, KPA Sorot Dampak Buruk Pariwisata Massal

4 days ago 19

Rabu, 16 September 2026 – 21:18 WIB

Bali Darurat Agraria, KPA Sorot Dampak Buruk Pariwisata Massal - JPNN.com Bali

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Bali bekerja sama dengan Forum Peduli Bali menggelar diskusi publik bertajuk "Darurat Agraria: Yeh Mata Ring Gumi Bali" di Kubu Kopi, Denpasar, Rabu (16/9). Foto: Ali Mustofa/JPNN.com

bali.jpnn.com, DENPASAR - Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Wilayah Bali bekerja sama dengan Forum Peduli Bali menggelar diskusi publik bertajuk "Darurat Agraria: Yeh Mata Ring Gumi Bali" di Kubu Kopi, Denpasar, Rabu (16/9).

Diskusi ini digelar untuk mencari solusi terkait tingginya potensi konflik pertanahan di Pulau Dewata.

Kegiatan ini sekaligus digelar dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional sekaligus HUT ke-66 UU No. 5 Tahun 1960 tentang UUPA.

Diskusi ini dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan petani penyintas konflik dari Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) di Bali.

Korwil KPA Bali Ni Made Indrawati mengatakan peringatan Hari Tani Nasional 2026 ini terasa krusial mengingat DPR RI tengah membahas RUU Pengaturan Reforma Agraria sebagai prioritas legislasi nasional.

"Diskusi ini digelar untuk menyerap masukan warga dan organisasi sipil di Bali terkait persoalan tanah.

Masukan ini nantinya kami suarakan ke tingkat nasional agar pembentukan undang-undang berpihak pada kaum tani kecil yang selama ini belum mendapatkan
keadilan reforma agraria sejati," ujar Indrawati.

Ia juga menyoroti kondisi agraria Bali yang kian mengkhawatirkan akibat dampak buruk pariwisata massal yang dinilai pro-kapitalis.

Hari Tani Nasional 2026 ini terasa krusial mengingat DPR RI tengah membahas RUU Pengaturan Reforma Agraria sebagai prioritas legislasi nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |