bali.jpnn.com, DENPASAR -
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan persoalan rabies tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau dokter hewan semata.
Menurut Koster, kesadaran masyarakat, terutama para pemilik hewan peliharaan, menjadi kunci utama pencegahan.
Hal itu ditegaskan Koster saat menerima audiensi jajaran Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (11/9) lalu.
"Memelihara hewan bukan cuma soal memberi makan dan merawat.
Pemilik juga wajib memastikan kesehatan, vaksinasi rutin, hingga pengendalian reproduksinya agar tidak berisiko bagi lingkungan," ujar Gubernur Koster.
Dalam pertemuan tersebut, PDHI Bali memaparkan sejumlah langkah kolaboratif menuju Bali Bebas Rabies 2030.
Strateginya mencakup edukasi masif, perluasan vaksinasi pada Hewan Penular Rabies (HPR), serta sterilisasi gratis untuk mengendalikan populasi anjing liar secara manusiawi.
Koster meminta agar sosialisasi bahaya rabies terus digencarkan.



















.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















