jatim.jpnn.com, SURABAYA - Fenomena udara dingin atau bediding yang melanda Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir memunculkan anggapan bahwa suhu dingin menjadi penyebab flu dan masuk angin. Anggapan tersebut ditepis dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen (UK) Petra dr Octavianus Eka Saputra, Sp.A.
Dokter spesialis anak yang akrab disapa dr Eka itu menjelaskan flu disebabkan oleh infeksi virus, bukan karena suhu udara yang dingin.
"Faktanya, flu disebabkan oleh virus, bukan oleh suhu udara. Namun, udara dingin dan kering dapat membuat lapisan lendir pelindung di saluran napas mengering sehingga pertahanan alami tubuh melemah dan virus lebih mudah masuk," ujar dr Eka.
Menurut dia, kelompok yang paling rentan terdampak fenomena bediding ialah bayi, anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis seperti hipertensi, asma, dan gangguan jantung.
Dia menjelaskan, saat suhu lingkungan menurun, tubuh secara alami akan menyempitkan pembuluh darah di permukaan kulit untuk mempertahankan suhu tubuh.
Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan tekanan darah secara mendadak.
"Penyempitan pembuluh darah ini dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba. Karena itu, penderita hipertensi dan gangguan jantung harus jauh lebih waspada selama fenomena ini berlangsung," katanya.
Selain meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan, seperti batuk, pilek, dan kambuhnya asma, perubahan suhu ekstrem juga dapat memperberat kondisi kesehatan kelompok rentan.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
