BPBD Palangka Raya Catat 298 Kasus Karhutla Selama Juni-Agustus 2026

8 hours ago 9

Kamis, 20 Agustus 2026 – 10:26 WIB

BPBD Palangka Raya Catat 298 Kasus Karhutla Selama Juni-Agustus 2026 - JPNN.com Kalsel

Ilustrasi pemadaman karhutla. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc

kalsel.jpnn.com, PALANGKA RAYA - Pemerintah Kota Palangka Ray melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menangani 298 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 1 Juni sampai dengan 19 Agustus 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan ratusan kejadian tersebut mengakibatkan sekitar 261,41 hektare lahan di sejumlah kecamatan terbakar.

"Selama periode 1 Juni sampai dengan 19 Agustus 2026, kami mencatat terjadi 298 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 261,41 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, diikuti wilayah di Kecamatan Sabangau," katanya.

Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, kejadian karhutla terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 188 kali. Disusul Kecamatan Sabangau 68 kali, Kecamatan Pahandut 25 kali, dan Kecamatan Bukit Batu delapan kali. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit nihil kejadian.

Heri menjelaskan setiap laporan kebakaran ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel beserta peralatan pemadaman ke lokasi. Penanganan dilakukan secara cepat agar api tidak meluas, terutama pada lahan gambut yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar saat musim kemarau.

Dalam pelaksanaan pemadaman, BPBD berkolaborasi dengan berbagai unsur, di antaranya Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemadam kebakaran, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta didukung perangkat kecamatan dan kelurahan sesuai wilayah terdampak.

Menurut Heri, sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam mempercepat pengendalian karhutla. Sinergi itu meliputi pemadaman darat, patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan, hingga penyediaan sumber air di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kebakaran.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi mengatakan, selain penanganan di lapangan, BPBD terus memperkuat langkah antisipasi dan pencegahan melalui patroli rutin di kawasan rawan karhutla, sosialisasi kepada masyarakat, penyebarluasan informasi peringatan dini, serta pemetaan daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

BPBD Palangka Raya mencatat ada sebanyak 298 kasus karhutla yang ditangani sepanjang Juni hingga Agustus 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |