BPBD Ponorogo Siaga 90 Hari, Kekeringan dan Karhutla Diprediksi Memuncak Agustus

5 hours ago 1

Kamis, 30 Juli 2026 – 16:10 WIB

BPBD Ponorogo Siaga 90 Hari, Kekeringan dan Karhutla Diprediksi Memuncak Agustus - JPNN.com Jatim

Kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Gombak atau Gunung Nglarangan, Desa Sukosari, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jawa Timur, yang diambil menggunakan drone. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 15 hektare kawasan hutan dan lahan sebelum berhasil dipadamkan petugas gabungan. ANTARA/HO-BPBD Ponorogo

jatim.jpnn.com, PONOROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 90 hari untuk mengantisipasi dampak puncak musim kemarau 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan status siaga darurat berlaku mulai 1 Juli hingga akhir September 2026.

Kebijakan tersebut diambil menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September.

"Status siaga darurat kami tetapkan selama 90 hari mulai 1 Juli. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September," kata Masun, Selasa (29/7).

Menurut dia, dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat.

Hal itu ditandai dengan meningkatnya permintaan bantuan air bersih dari sejumlah wilayah serta mulai munculnya kasus kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, fenomena suhu udara dingin atau bediding pada malam hingga pagi hari juga mulai dirasakan di sejumlah daerah di Ponorogo.

Masun mengatakan BPBD telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan dan karhutla.

BPBD Ponorogo menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla selama 90 hari.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |