Danantara Pangkas Ratusan BUMN, Nagara Institute: Jangan Sekadar Kejar Efisiensi

2 hours ago 3

Rabu, 22 Juli 2026 – 19:16 WIB

 Jangan Sekadar Kejar Efisiensi - JPNN.com Bali

Peneliti Nagara Institute Dian Revindo memberikan keterangan kepada awak media di Denpasar, Rabu (22/7). Foto: Ali Mustofa/JPNN.com

bali.jpnn.com, DENPASAR - Rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.000 lebih menjadi sekitar 200–300 perusahaan inti dinilai sebagai transformasi paling ambisius dalam sejarah pengelolaan aset negara.

Per Juni 2026, sebanyak 218 entitas BUMN tercatat telah berhasil dirampingkan dengan proyeksi efisiensi mencapai Rp50 triliun.

Langkah ini diyakini mampu menciptakan BUMN yang lebih sehat, fokus pada bisnis inti (core business), serta berdaya saing global.

Namun, kajian terbaru dari Nagara Institute mengingatkan bahwa restrukturisasi BUMN tidak boleh sekadar mengejar angka efisiensi atau laporan keuangan yang bagus di atas kertas.

Dalam acara Round Table Discussion bertajuk “Ratusan BUMN Ditutup Paksa, Pertaruhan Terakhir Penyelamatan Unit Bisnis Negara” di Prama Sanur Beach Bali, Denpasar, Rabu (22/7), Peneliti Nagara Institute, Edi Sewandono, menegaskan dukungan atas langkah Danantara.

"Danantara memangkas 'lemak' birokrasi agar BUMN lebih fokus pada bisnis intinya.

Ini agenda penataan nilai jangka panjang, bukan sekadar efisiensi kelembagaan," ujar Edi Sewandono.

Senada dengan hal tersebut, Peneliti Nagara Institute lainnya, Dian Revindo, menekankan bahwa perampingan ini harus bermuara pada dampak nyata bagi masyarakat.

Nagara Institute mengingatkan bahwa restrukturisasi BUMN tidak boleh sekadar mengejar angka efisiensi atau laporan keuangan yang bagus di atas kertas

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |