jpnn.com - BANDUNG - Pedagang beras di pasar tradisional Kota Bandung, Jawa Barat, mengeluhkan daya beli masyarakat turun yang berdampak pada omzet mereka. Konsumen cenderung memilih beras dengan harga paling murah.
Rahmat Kurnia, 53, salah seorang pedagang beras di Pasar Kosambi, mengatakan penurunan daya beli masyarakat saat ini mencapai sekitar 80 persen. "Penurunan daya beli jelas ada. Sampai 80 persen, mah, ada," kata Rahmat saat ditemui di Pasar Kosambi, Kamis (3/9).
Dia mengungkapkan kondisi tersebut membuat masyarakat lebih mempertimbangkan harga ketimbang merek saat membeli beras. Menurut Rahmat, kualitas beras medium menjadi salah satu pilihan yang banyak dicari konsumen karena harganya lebih terjangkau. Sementara itu, beras premium hanya dibeli oleh beberapa kalangan masyarakat saja. "Yang sering dibeli, mah, sebenarnya kalau ada yang murah, ya yang murah," ujarnya.
Rahmat mengatakan bahwa stok beras di tingkat pedagang hingga kini masih tersedia. Pasokan beras datang hingga berton-ton dalam sepekan. “Kalau saya lihat mah, hampir tiap minggu, malah seminggu dua kali, tuh, bisa berton-ton," ujar dia. Selain pasokan tersedia, kata Rahmat, harga harga sejumlah jenis beras mengalami kenaikan sekitar Rp 500 per kilogram. “Semua jenis, dari medium sampai premium," tuturnya.
Rahmat mengatakan untuk beras premium saat ini dijual dengan harga sekitar rp 15 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan 2025 yang berada pada kisaran Rp14 ribu per kilogram. Sementara itu, beras premium dijual dengan harga sekitar Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram.
Menurut Rahmat, harga beras dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan. Dia menyebut kenaikan harga sejak 2020 hingga saat ini telah mencapai lebih dari Rp 5.000 per kilogram. "Ini sejarah, tuh, beras dari 2020 sampai sekarang tuh Rp 5.000 lebih naik," ujar Rahmat.
Sementara itu, Bosar Manurung, salah satu pedagang beras di Pasar Tradisional Sederhana, mengatakan bahwa harga beras saat ini turut dipengaruhi tingginya harga pembelian dari petani dan pemasok. Harga pembelian dari pemasok, kata dia, menjadi menjadi salah satu faktor yang membuat harga beras di tingkat pedagang sulit ditekan.
Bosar menyebut beras yang dijualnya dipasok dari Majalengka. Saat ini, dia menjual beras medium dengan harga sekitar Rp 15 ribu per kilogram, sedangkan beras premium Rp 16 ribu per kilogram.






.jpeg)



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















