Diplomasi Indonesia–Rusia: Dari Vladivostok Menuju Ketahanan Energi dan Pangan

6 hours ago 8

Oleh: Dr. Anggawira, M.M., M.H, Ketua Umum ASPEBINDO

 Dari Vladivostok Menuju Ketahanan Energi dan Pangan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI / Ketua Umum ASPEBINDO Dr. Anggawira, MM., MH. Foto: source for jpnn

jpnn.com - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok untuk menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 menandai babak baru hubungan Indonesia–Rusia.

Kehadiran Presiden sebagai tamu kehormatan utama bukan hanya simbol kedekatan diplomatik, tetapi memperlihatkan semakin strategisnya posisi Rusia dalam diversifikasi mitra ekonomi dan energi Indonesia.

Dalam kurun waktu sekitar 15 bulan, Presiden Prabowo telah beberapa kali bertemu Presiden Vladimir Putin. Intensitas tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua negara sedang bergerak dari persahabatan historis menuju kemitraan strategis yang lebih konkret.

Salah satu poros terpentingnya adalah energi. Indonesia membutuhkan diplomasi energi yang semakin aktif karena kebutuhan minyak, gas, LPG, dan bahan baku industri terus meningkat, sementara kapasitas produksi domestik menghadapi berbagai keterbatasan. Pada saat yang sama, geopolitik global telah menyebabkan jalur perdagangan, harga komoditas, biaya angkut, dan keamanan pasokan menjadi semakin sulit diprediksi.

Karena itu, kerja sama Indonesia–Rusia perlu dilihat bukan sebagai pilihan geopolitik antara Timur dan Barat, melainkan sebagai upaya memperluas pilihan strategis Indonesia.

Gas dan LNG sebagai instrumen ketahanan energi

Rusia merupakan salah satu negara dengan cadangan, produksi, teknologi, dan infrastruktur gas terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki sumber daya gas yang besar, tetapi kondisi geografis kepulauan dan ketidaksesuaian antara lokasi sumber dengan pusat permintaan menyebabkan gas domestik belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagian besar sumber gas berada jauh dari pusat industri dan pembangkit di Jawa, Sumatra, dan kawasan Indonesia timur. Akibatnya, terdapat daerah yang memiliki surplus gas, tetapi pada saat yang sama wilayah lain menghadapi keterbatasan pasokan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok untuk menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 menandai babak baru hubungan Indonesia–Rusia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |