jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menggelar lomba Program Kampung Pancasila. Total sebanyak 1.360 RW akan turut meramaikan kompetisi tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan lomba tersebut bertujuan untuk mengembalikan dasar gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Surabaya bisa maju bukan karena wali kotanya, melainkan karena warga, Ketua RT, RW, dan LPMK yang menopang dengan nilai gotong royong,” kata Eri di Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9) malam.
Eri menyebut ada empat indikator utama penilaian dalam Lomba Kampung Pancasila, yang pertama penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan usaha warga lokal.
Lalu, pemeliharaan toleransi, keharmonisan antarwarga dan peningkatan jiwa kepedulian, selanjutnya pengelolaan sampah mandiri, penghijauan, hingga penataan kawasan yang bersih dan sehat.
“Indikator lainnya yang menjadi penilaian adalah keaktifan warga dan pengurus kampung dalam menyelesaikan persoalan wilayah secara bersama,” ucapnya.
Pemkot Surabaya akan menerjunkan Perangkat Daerah (PD) selama Lomba Kampung Pancasila berlangsung. Mereka akan memberi pendampingan secara langsung.
Eri mengungkapkan bakal memberikan bendera hitam ketika PD itu dinilai gagal membina wilayah yang didampinginya. Di sisi lain, mereka akan diberi tanda putih ketika berhasil.



















.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















