jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Fenomena meningkatnya angka pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi kini menjadi tantangan nyata bagi para calon wisudawan yang bersiap menapaki dunia kerja.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 mencatat sebanyak 14,31 persen atau sekitar 1.033.132 orang lulusan D-4, S-1, S-2, hingga S-3 masih berstatus belum memiliki pekerjaan.
Kondisi ini terjadi di tengah disrupsi teknologi, efisiensi di berbagai sektor bisnis, serta pergeseran standar keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja modern.
Guru Besar Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pengamat ketenagakerjaan Prof Tadjuddin Noer Effendi mengatakan terbatasnya lapangan kerja bukanlah satu-satunya akar masalah.
Masalah mendasar lainnya terletak pada ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia industri.
"Dunia pendidikan banyak memberikan teori, sedangkan dunia kerja mencari orang yang sudah terampil. Pada umumnya sarjana itu datang bawa ijazah ke perusahaan, bukan bawa keterampilan," ujar Tadjuddin, Selasa (18/8).
Tantangan ini kian berat seiring pesatnya adopsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan robotika di dunia industri.
Menurutnya, perusahaan saat ini lebih memprioritaskan kemampuan praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi ketimbang sekadar riwayat pendidikan formal.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5936740/original/045917400_1778834043-Nova.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5930742/original/008593800_1778828325-Gemini_Generated_Image_71yitq71yitq71yi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312520/original/061784600_1785502919-SaveInta.com_762864197_17983759941020020_4132949531562319994_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5945506/original/001671800_1778842464-WhatsApp_Image_2026-05-15_at_15.30.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462119/original/028522100_1767506156-20260104AA_Persija_vs_Persijap-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4912942/original/090478700_1723120672-Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_3.JPG)
