jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah Dwi Yasmanto menyoroti isu LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer/questioning) saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Kepemudaan di Restaurant Istana Semarang, Kamis (9/7).
Dalam forum tersebut, Dwi menyampaikan pandangannya bahwa fenomena LGBTQ perlu mendapat perhatian serius karena dinilainya mulai merambah berbagai lingkungan, termasuk lembaga pendidikan.
Meski menyampaikan kritik terhadap fenomena LGBTQ, Dwi menegaskan persoalan tersebut tidak boleh disikapi dengan tindakan kekerasan maupun persekusi.
Dia menyinggung adanya kasus di sejumlah daerah yang melibatkan kelompok yang dikenal sebagai 'hunter boti' atau aksi perburuan terhadap kelompok LGBTQ.
Menurut dia, tindakan semacam itu bukan solusi dan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di masyarakat.
"Kalau digebuki atau dilakukan kekerasan, itu tidak menyelesaikan masalah. Kami berharap ada peran tenaga medis maupun ahli kejiwaan (psikiater) untuk mencari formula penanganan dan pencegahannya," ujar Dwi.
Dia menilai pendekatan yang mengedepankan edukasi, pendampingan, dan penanganan dari pihak yang berkompeten lebih diperlukan dibanding tindakan main hakim sendiri.
Meski demikian, Dwi mengaku tetap khawatir apabila fenomena LGBTQ makin meluas di kalangan generasi muda. Dia bahkan memberikan ilustrasi yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)
.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
