Gubernur Herman Deru Menduga Ada Sindikat Penyebab Antrean BBM di Sumsel

4 hours ago 4

Gubernur Herman Deru Menduga Ada Sindikat Penyebab Antrean BBM di Sumsel

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com - PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengungkap dugaan adanya praktik sindikat yang memanfaatkan distribusi BBM bersubsidi sebagai salah satu penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumsel dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Deru, persoalan antrean BBM bukan masalah baru. Ia menilai masih ada oknum yang memanfaatkan kelemahan sistem distribusi, mulai dari penggunaan lebih dari satu barcode hingga aktivitas pelangsir atau "tukang unjal" yang diduga terorganisir.

"Masalah ini sudah cukup lama terjadi. Ada dugaan keterlibatan sindikat, termasuk oknum di SPBU yang menyalahgunakan barcode maupun praktik pelangsiran BBM subsidi," ujar Gubernur Deru.

Dia meminta seluruh pihak terkait memperkuat pengawasan, sedangkan dugaan pelanggaran pidana diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum. 

Deru juga mengungkap adanya SPBU yang tidak menyalurkan biosolar bersubsidi karena merasa terbebani oleh maraknya praktik penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan. 

"Beberapa SPBU bahkan tidak bersedia menerima penugasan penyaluran biosolar karena khawatir dengan aktivitas mafia BBM yang masih terjadi," ujar Deru. 

Pemprov Sumsel akan mengevaluasi pola distribusi BBM serta mengidentifikasi SPBU yang diduga menjadi titik munculnya antrean agar persoalan dapat segera diatasi. 

"Saya minta dilakukan pemetaan terhadap SPBU yang mengalami persoalan distribusi sehingga penyebab antrean bisa diketahui dan ditangani," tutur Deru. 

Antrean BBM di Sumsel jadi sorotan. Gubernur Herman Deru menduga ada sindikat yang bermain di SPBU dan meminta aparat segera menindak tegas pelaku.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |