jatim.jpnn.com, MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total seluruh aktivitas wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran di kawasan tersebut.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan Bromo yang sedang mengalami musim kemarau.
Rerumputan yang mengering ditambah potensi angin kencang dinilai dapat mempercepat penyebaran api.
“Untuk mengefektifkan penanganan dan pemadaman kebakaran, maka kunjungan wisata ke Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk ditutup total,” kata Rudi melalui keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Sabtu (12/9).
Penutupan berlaku di seluruh akses masuk wisata Bromo.
Empat pintu masuk yang ditutup yakni Jemplang di Kabupaten Malang, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, dan Senduro di Kabupaten Lumajang.
Menurut Rudi, penutupan juga dilakukan untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan wisatawan.
Saat ini kawasan Bromo diselimuti asap tebal akibat kebakaran. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara. Penutupan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.



















.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















