jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi mengalami 101 kali gempa guguran dan 12 kali luncuran lava pijar sepanjang Selasa (15/9/2026). Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada Level III (Siaga).
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan pada periode 00.00–24.00 WIB, guguran lava teramati meluncur ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng dengan jarak jangkauan maksimum mencapai 2.000 meter.
"Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma hingga saat ini masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujar Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya, Rabu (16/9).
Secara visual, gunung berulang kali terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, membumbung setinggi 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah.
Kondisi cuaca di sekitar area puncak terpantau cerah hingga berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udara berada pada rentang 17,4–26,5 derajat celsius.
Selain gempa guguran, kegempaan internal Merapi juga menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi.
Penyusun laporan BPPTKG Yulianto merekam 94 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2–39 mm, delapan kali gempa Vulkanik Dangkal, serta satu kali gempa Tektonik Jauh.



















.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















