jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan potensi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah masing-masing.
Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat resiliensi warga menghadapi potensi bencana alam di Indonesia yang sering kali tidak dapat diprediksi.
Haedat menyatakan bahwa PP Muhammadiyah turut prihatin dengan berbagai musibah dan bencana yang terjadi di tanah air, termasuk erupsi Gunung Anak Krakatau.
Haedar mengingatkan masyarakat, terutama yang bermukim di kawasan rawan bencana atau sekitar gunung berapi, agar tidak pernah mengabaikan peringatan bahaya dari lembaga resmi pemerintah.
"Level-level yang diberikan pemerintah itu kan sebenarnya batas. Akan tetapi, kewaspadaan itu milik semua," ujar Haedar di Yogyakarta, Sabtu (12/9).
Ia menyoroti pentingnya sikap mawas diri dari warga lokal maupun para pencinta alam.
"Jadi, jangan mengabaikan letusan gunung berapi meskipun orang setempat. Juga anak-anak muda yang terbiasa naik gunung, ya, tahan-tahanlah," tambahnya.
Selain menyoroti mitigasi, Haedar Nashir turut memberikan perhatian khusus pada proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan kawasan Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.



















.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















