jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mantan pelatih tim nasional (timnas) Aji Santoso mengenang sosok Iwan Setiawan sebagai mentor yang membuatnya memberanikan diri menjadi seorang juru taktik setelah menjadi pemain.
Hal itu diungkapkan Aji setelah Iwan menghembuskan nafas terakhirnya di usianya yang ke 58 tahun, Kamis (3/9). Belum ada kabar resmi yang menyatakan penyebab meninggalnya pelatih senior itu.
“Coach Iwan Setiawan Mentor saya pertama kali setelah saya selesai jadi pemain bola dan menjadi pelatih,” kata Aji ketika dikonfirmasi.
Aji mengingat pertama kali mendatangi Iwan yang ketika itu menukangi Timnas U14. Dia langsung menemui pelatih kelahiran Medan itu untuk meminta menjadi asistennya.
“Saya masih inget beliau lagi pegang Timnas U14 untuk main di Laos. Saya datang ke Jakarta mendatangi langsung dan minta kepengen jadi asistennya,” ujarnya.
“Jadi, saya langsung ngomong ke dia, kebetulan manajernya masih pak Ferry Paulus dan diberi kesempatan sama Coach Iwan akhirnya menjadi sampai sejauh ini perjalann saya,” imbuh dia.
Aji pernah melatih Timnas di beberapa kelompok usia dan sejumlah tim besar di Indonesia, yakni mulai dari Persik Kediri, Persebaya Surabaya hingga Arema.
"Mentor saya ya, Coach Iwan banyak belajar dari beliau. Ini kenangan yang menurut saya tidak terlupakan setiap saya ketemu, selalu menyampaikan Coach Iwan adalah mentor saya,” jelasnya.







.jpeg)



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















