KADIN Dorong Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

1 week ago 8

Wakil Ketua Umum Koordinator KADIN Indonesia James Riady pada KADIN Friday Breakfast, Pertemuan Penutup Tahun di Hotel Aryadutta, Jakarta, Jumat (12/12). Foto dok. KADIN

jpnn.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendorong sektor pariwisata mengambil peran lebih besar dalam strategi pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum Koordinator KADIN Indonesia James Riady mengatakan Indonesia memiliki modal pariwisata yang besar, mulai dari kekayaan alam, budaya, kuliner, hingga keragaman destinasi.

Namun, menurut dia, tantangan utama Indonesia bukan lagi soal potensi, melainkan bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi kunjungan wisatawan, belanja, investasi, dan lapangan kerja.

“Tantangan terletak pada konversi. Bagaimana mengonversi keindahan alam menjadi aksesibilitas, aksesibilitas menjadi pengalaman, pengalaman menjadi pembelanjaan, pembelanjaan menjadi investasi, dan investasi menjadi kemakmuran,” kata James dalam KADIN Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (11/9).

Acara tersebut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, jajaran KADIN, pelaku usaha, serta perwakilan komunitas diplomatik.

James mengatakan forum kali ini dihadiri perwakilan dari 67 negara, yang terdiri dari 39 duta besar dan 28 anggota diplomatik lainnya. Jumlah tersebut merupakan tingkat kehadiran diplomatik tertinggi sejak KADIN menyelenggarakan agenda sarapan ekonomi bulanan tersebut.

Ia menegaskan forum tersebut dirancang untuk mempertemukan pemerintah, komunitas diplomatik, KADIN pusat dan daerah, kamar dagang asing, serta sektor swasta. Tujuannya adalah membuka ruang pertukaran pandangan sekaligus menghasilkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti.

Menurut James, Indonesia tetap membutuhkan investasi jangka panjang dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keterampilan, dan peningkatan produktivitas sumber daya manusia. Selain itu, perbaikan tata kelola, mulai dari regulasi pertanahan, ketenagakerjaan, perizinan, hingga kepastian hukum, tetap diperlukan untuk meningkatkan daya saing.

KADIN mendorong pariwisata menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memiliki modal pariwisata yang besar, mulai dari kekayaan alam, budaya, kuliner

Read Entire Article
Kabar berita |