jatim.jpnn.com, SURABAYA - Manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) memastikan pelayanan kepada pengunjung maupun perawatan satwa tetap berjalan normal seusai mantan Direktur Utama PDTS KBS, Chairul Anwar, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Humas KBS Lintang menyatakan pengelolaan KBS saat ini telah menerapkan sistem perawatan satwa yang berbeda dibandingkan kepengurusan sebelumnya. Seluruh kebutuhan satwa, mulai dari jenis pakan hingga kandungan nutrisi, disesuaikan dengan standar dan kondisi masing-masing hewan.
“Perawatan satwa kami lakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sekarang kami menyesuaikan dengan kebutuhan satwa, mulai usia, kebutuhan nutrisi, berat badan ideal hingga kualitas pakannya sudah diperhitungkan dengan baik,” ujar Lintang, Rabu (22/7).
Dia menegaskan kasus hukum yang menjerat mantan direktur tidak memengaruhi kondisi operasional KBS. Menurutnya, seluruh satwa tetap mendapatkan perawatan optimal.
“Alhamdulillah sampai saat ini Kebun Binatang Surabaya dalam kondisi baik-baik saja,” katanya.
Lintang menjelaskan pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore. Pola tersebut diterapkan agar tim perawat dapat memantau kondisi kesehatan satwa melalui respons terhadap makanan yang diberikan.
Menurutnya, sisa pakan menjadi salah satu indikator untuk mengetahui apakah satwa mengalami kebosanan terhadap menu, tidak menyukai jenis pakan tertentu, atau sedang mengalami gangguan kesehatan.
“Kami melihat apakah ada sisa pakan, apakah satwa menyukai makanannya atau tidak, hingga ada reaksi tertentu dari tubuhnya. Dari situ kondisi satwa bisa dipantau setiap hari,” jelasnya.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
