jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong pemanfaatan pendidikan jarak jauh atau PJJ untuk menjangkau anak tidak sekolah (ATS).
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan PJJ dapat menjadi salah satu solusi dalam penanganan anak tidak sekolah atau ATS, terutama mereka yang menghadapi kendala geografis, ekonomi, dan sosial psikologis.
"Sistem pendidikan di Indonesia selama ini telah menyediakan jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal," kata Dirjen Tatang dalam acara Coffee Morning bersama Media di Jakarta, Kamis (30/7).
Dia menjelaskan anak-anak juga dapat mengakses pendidikan melalui sekolah reguler, pusat kegiatan belajar masyarakat atau PKBM, homeschooling, serta program kesetaraan Paket C.
Namun, sebagian besar layanan tersebut masih mengharuskan peserta didik datang ke lokasi pembelajaran, meskipun hanya satu kali dalam sepekan.
“Di lapangan ternyata ada anak-anak yang tidak bisa berangkat ke satuan pendidikan, baik formal, nonformal maupun informal. Di sinilah kami mendatangi dan menjemput anak-anak melalui pendidikan jarak jauh,” kata Tatang Muttaqin.
Dia menjelaskan kondisi geografis Indonesia menjadi salah satu alasan pendidikan jarak jauh perlu dikembangkan. Sebagai negara kepulauan, masih terdapat wilayah dengan jumlah penduduk usia sekolah yang tersebar dan berjauhan.
Mendirikan satuan pendidikan baru, seperti SMA atau layanan Paket C, di setiap wilayah dinilai membutuhkan biaya besar. Jangkauan sekolah tersebut juga belum tentu dapat mencakup seluruh anak yang membutuhkan layanan pendidikan.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
