jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo menceritakan kronologi ketika memakan porsi tersebut sampai merasakan gejalanya.
Siswa Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Muhammad Rayhan terlihat masih terbaring di kasur RSUD Notopuro setelah dievakuasi karena merasakan gejala keracunan.
Rayhan mengatakan sempat tidak merasakan apapun sesaat setelah menikmati makanan itu. Dia baru mengalami pusing setelah beberapa jam berselang.
“Makan itu sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, tapi baru merasakan (keracunannya) pukul 06.00 WIB,” kata Rayhan ketika masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro, Rabu (2/9).
“Rasanya pusing, iya, mau muntah, tetapi enggak bisa, iya, kayak masuk angin, padahal cuman makan telur sama nasinya. Baru dibawa ke rumah sakit ini pukul 14.00 WIB,” imbuh dia.
Sementara itu, santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam Zahira mengungkapkan hal senada. Dia menerima ompreng MBG tersebut sebelum jam pelajaran pertama, pukul 13.00 WIB.
“Makan tempe, nasi sama telur orak-arik, sama sayur, (curiganya yang membuat kerancuan) sayurnya,” ujar Zahira.
Kemudian, santri lainnya, Syaza mengaku juga menikmati MBG tersebut dengan menu nasi putih, orak arik telur, tempe bumbu bali, sayur tumis buncis baby corn serta buah apel.







.jpeg)



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















