jatim.jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menduga waktu pengiriman turut memengaruhi tingkat keamanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Khofifah mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag), pasca keracunan massa MBG di Sidoarjo.
“Nah, yang mendapatkan manfaat dari SPPG yang sama (Kalitengah) itu ada 18 unit. Dari 18 unit yang lain relatif semua berjalan baik,” kata Khofifah di RSI Siti Hajar, Sidoarjo, Kamis (3/9).
Namun, Khofifah melihat ada perbedaan waktu pengiriman pada setiap lembaga tersebut. Menurutnya, siswa yang mengonsumsi MBG lebih awal tidak mengalami keracunan.
“Bedanya pada masa pengiriman SPPG itu ke titik penerima manfaat. Kalau selesai dimasak pukul 05.00 WIB, pukul 07.00 diantar, pukul 10.00 WIB sudah bisa dimanfaatkan ini semua aman,” jelasnya.
“Ada yang dikirimnya baru pukul 11.00 WIB lebih, dikonsumsi pukul 12.30 WIB sampai pukul 13.00 WIB, inilah yang kemudian ditemukan ada masalah,” imbuhnya.
Khofifah menyebut semua pihak harus berbenah setelah kasus keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, terutama memperketat pengawasan proses masak hingga pengiriman.
“Tidak hanya kepada BGN, tetapi juga SPPG setempat bahwa ini kasusnya dimasak yang sama, dengan format yang sama, tapi ada yang pengirimannya itu relatif lebih awal dan itu aman,” ujarnya.







.jpeg)



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















