Kiai Sepuh Tebuireng: Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Bukan Lagi Isu

2 days ago 5

 Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Bukan Lagi Isu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Musta’in Syafi’ie. Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Musta’in Syafi’ie menilai praktik politik uang menjelang Muktamar ke-35 NU bukan sekadar isu, tetapi merupakan kondisi faktual di lapangan.

Oleh karena itu, Kiai Musta’in menegaskan bahwa praktik kotor itu harus dilawan.

Pernyataan itu disampaikan Kiai Musta'in saat menjadi pembicara dalam acara Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertema “Setop Politik Transaksional di Muktamar NU” di Resto Trisnoku, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Untuk diketahui, dalam diskusi ini juga hadir tiga narasumber, yaitu Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif, Direktur Parameter Indonesia Adi Prayitno, CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dan Nono Suwarno (Wartawan senior) sebagai moderator.

"Ini bukan isu lagi, tapi realita, ada yang ngaku,” terang Kiai Musta'in.

Dia tidak sepakat bahwa praktik politik uang itu dikatakan sebagai sekadar uang transportasi. Jika hal itu memang uang transportasi, seharusnya diserahkan oleh panitia secara terbuka.

Kiai Musta'ian menegaskan bahwa uang yang mereka berikan disebut panjer atau uang muka yang dibayar sebelum muktamar dilaksanakan.

“Hal itu jelas-jelas sebuah kemungkaran,” tegasnya.

Kiai sepuh NU dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Musta’in Syafi’ie menilai praktik politik uang menjelang Muktamar ke-35 NU bukan sekadar isu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |