Korban Terus Bertambah, 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menteri Koperasi Ngaku bukan Wewenangnya

1 day ago 1

Inilah pemandangan aktivits para peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat melakukan latihan. Tampak mereka meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso). Foto diambil dari Kompas.

Inilah pemandangan aktivits para peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat melakukan latihan. Tampak mereka meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso). Foto diambil dari Kompas.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Korban meninggal pelatihan manajer Koperasi Desa Merah Putih atau Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) terus bertambah. Sekarang korban meninggal mencapai 5 orang.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono enggan banyak merespons soal kematian lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP ketika mengikuti latihan Pendidikan Dasar Kemiliteran di sejumlah daerah.

Ia menegaskan bahwa itu bukan di bawah kewenangannya.

“Nanti, nanti. Bukan, bukan saya, bukan di saya itu,” elak Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengakhiri sesi tanya jawab doorstop atau wawancara spontan seperti dilansir Kompas seusai Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Pesantren Daarul Ukhuwah, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026) sore.

Menteri Ferry langsung buru-buru masuk ke mobilnya. Pada saat yang sama juga diluncurkan Koperasi Sekunder MPDI.

Sementara dari Jakarta dilaporkan bahwa Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), mengklaim bahwa Kementerian Pertahanan sudah melakukan penanganan medis sesuai prosedur.

Pernyataan Mayjen Ketut Gede itu disampaikan dalam keterangan persnya  di Balai Media Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Ia juga mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan menyampaikan bela sungkawa terhadap para korban jiwa yang meninggal dunia saat melakukan pelatihan tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah juga memberikan santunan.

“Kita memberikan santunan setiap orang itu Rp50 juta. Demikian yang saya sampaikan sekaligus tidak putus di sana, kita juga tetap melaksanakan komunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan untuk koordinasi dan mengomunikasikan lebih lanjut,” ujar Ketut dalam konferensi pers di Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Masih menurut Ketut Gede, kelima peserta tersebut memiliki karakter dan kondisi medis yang berbeda-beda. Ia mengklaim bahwa seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan.

Ia juga mengatakan bahwa seluruh peserta sebelumnya telah melalui pemeriksaan kesehatan seperti laboratorium darah, urin, tes kehamilan, ronsen, torak, EKG, USG, abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur, dan kesehatan jiwa.

Lima korban meninggal itu pertama adalah Anisa Muyassaroh. Ia meninggal setelah mendapatkan perawatan akibat heat stroke di fasilitas kesehatan dan rumah sakit terdekat dari satuan pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Korban meninggal kedua adalah Yonanda Muhammad Taufiq. Ia meninggal dunia di fasilitas kesehatan Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan.

Korban ketiga adalah Novia Rahmadhani Sihotang. Ia meninggal dunia di RSAU dr. Esnawan Antariksa, Jakarta setelah dirujuk dari Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Korban keempat adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. Ia meninggal dunia di RSAU dr. Esnawan Antariksa, Jakarta setelah dirujuk dari Satdik Yon Parako 465, Jakarta.

Korban kelima adalah Nola Dya Sari. Ia meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan.

Read Entire Article
Kabar berita |