jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya memperingati Hari Literasi Internasional ke-60 melalui Literacy Day 2026.
Mengusung tema Literacy for People, the Planet, and Prosperity, kegiatan tersebut mengajak siswa memaknai literasi lebih dari sekadar kemampuan membaca.
Literasi juga didorong menjadi proses untuk memahami berbagai perspektif, mengeksplorasi ide, hingga mengolah pengetahuan menjadi karya nyata.
Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran tiga buku karya siswa yang terinspirasi dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya Maharsi Palupining Rini mengatakan kemampuan literasi perlu dibangun melalui proses belajar yang dekat dengan kehidupan siswa.
"Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca, tetapi juga tentang seberapa baik mereka memahami, menginterpretasikan, dan memaknai apa yang dibaca. Dari situ, siswa dapat memperluas wawasan, melihat perspektif baru, dan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan di sekitarnya," ujar Palupi, Jumat (11/9).
Menurut dia, tantangan literasi anak saat ini semakin kompleks seiring luasnya akses terhadap informasi. Siswa tidak hanya berhadapan dengan buku, tetapi juga internet, media sosial, dan berbagai platform digital.
Karena itu, kemampuan memahami konteks, menginterpretasikan informasi, membedakan sudut pandang, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dalam penguatan literasi.



















.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















