jpnn.com, JAKARTA - Industri asuransi kesehatan Indonesia saat ini berada pada fase transformasi yang ditandai oleh meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, perkembangan teknologi medis, serta tren inflasi medis yang tumbuh lebih cepat dibandingkan inflasi umum.
Kondisi tersebut mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus mencari keseimbangan antara akses layanan kesehatan yang optimal, perlindungan peserta, dan keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan dalam jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta keberlanjutan industri asuransi kesehatan nasional.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam regulasi tersebut adalah pengaturan mekanisme cost sharing sebagai bagian dari kerangka pengelolaan risiko yang lebih komprehensif.
Topik tersebut menjadi fokus pembahasan dalam iLearn Thematic Webinar “Health Insurance in the Era of Cost Sharing” yang diselenggarakan oleh Indonesia Re melalui Indonesia Re Institute.
Kepala Divisi Indonesia Re Institute Adi Putra menekankan diskusi mengenai cost sharing perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, yaitu transformasi ekosistem asuransi kesehatan yang berkelanjutan.
"Cost sharing bukan semata-mata mengenai pembagian biaya antara peserta dan perusahaan asuransi, melainkan salah satu instrumen untuk mendorong pemanfaatan layanan kesehatan yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan kesadaran terhadap risiko kesehatan, serta mendukung keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan secara keseluruhan,” jelasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Executive Director Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Emira E. Oepangat, yang menekankan pentingnya membangun pemahaman bersama mengenai tujuan jangka panjang dari kebijakan tersebut.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536895/original/005142200_1774348762-5.jpg)



