Rupiah Ambyar, USD Diprediksi Tembus Rp 17.900-Rp 18.050

2 hours ago 2

Rupiah Ambyar, USD Diprediksi Tembus Rp 17.900-Rp 18.050

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis dari Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah pagi ini dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Analis dari Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah pagi ini dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak melemah 26 poin atau 0,14 persen menjadi Rp 17.978 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.952 per USD.

“Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS NFP (Non-Farm Payrolls) malam ini,” ungkapnya kepada di Jakarta, Kamis.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun tercatat naik dalam sehari dari 4,36 persen menjadi 4,49 persen.

Dia menyampaikan The Fed hampir dipastikan menaikkan suku bunga pada Desember tahun ini dengan kemungkinan secepatnya September 2026. 

“Kemungkinan kenaikan suku bunga tersebut sebesar 85 persen,” kata Lukman.

Terkait data NFP AS, diperkirakan menambah 110 ribu pekerjaan pada bulan Juni 2026.

“Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing,” ujar Lukman.

Analis dari Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah pagi ini dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |