jpnn.com - JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyayangkan adanya negara maju berkekuatan ekonomi besar yang memilih mundur dari tanggung jawab kolektif mengatasi polusi dan perubahan iklim, sementara aktivitas ekonominya masih menyumbang porsi besar emisi global.
Jumhur menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan menteri lingkungan negara-negara anggota BRICS di New Delhi, India, Selasa (18/8). Pertemuan tersebut diikuti delegasi 10 dari 11 negara anggota BRICS.
Pertemuan diawali dengan pernyataan Menteri Lingkungan, Kehutanan, dan Perubahan Iklim India Shri Bhupender Yadav, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari Menteri LH Jumhur Hidayat.
Menteri Jumhur menekankan bahwa kehadiran BRICS dalam lanskap global dapat memperluas tata kelola lingkungan hidup dunia yang lebih representatif dan efektif. Forum tersebut juga dinilai membuka ruang lebih besar bagi kearifan lokal untuk berkontribusi dalam mitigasi dan penanganan berbagai tantangan lingkungan yang makin kompleks.
"Cara suatu negara mengelola sumber daya alam, menata lanskap, mencegah degradasi lingkungan, serta membangun ketahanan akan menentukan keberlanjutan pembangunan dalam jangka panjang," kata Jumhur dalam paparannya.
Menurut dia, Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati, baik di darat maupun di laut, sebagai fondasi bagi ekosistem yang sehat, ketahanan iklim, serta pertumbuhan berkelanjutan.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Lebih dari 300 ribu spesies diketahui hidup di Indonesia, termasuk sekitar 9,7 persen tumbuhan berbunga dunia, 14 persen mamalia, dan 18,6 persen burung.
Ekosistem laut Indonesia yang berada di jantung Segitiga Karang juga menjadi rumah bagi sekitar 23 persen hutan mangrove dunia, 16 persen spesies ikan laut global, serta 10 persen spesies karang dunia. Indonesia juga memiliki konsentrasi tinggi berbagai jenis reptil dan mamalia laut.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5936740/original/045917400_1778834043-Nova.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5930742/original/008593800_1778828325-Gemini_Generated_Image_71yitq71yitq71yi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9312520/original/061784600_1785502919-SaveInta.com_762864197_17983759941020020_4132949531562319994_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5945506/original/001671800_1778842464-WhatsApp_Image_2026-05-15_at_15.30.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462119/original/028522100_1767506156-20260104AA_Persija_vs_Persijap-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4912942/original/090478700_1723120672-Latihan_Timnas_Indonesia_U-17_3.JPG)
