Motor Listrik Jadi Pilihan Mobilitas yang Kian Relevan di Tengah Penataan Subsidi Pertalite

5 hours ago 4

Motor Listrik Jadi Pilihan Mobilitas yang Kian Relevan di Tengah Penataan Subsidi Pertalite

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Motor listrik jadi pilihan mobilitas yang kian relevan di tengah penataan subsidi Pertalite. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Wacana pemerintah untuk menata penyaluran Pertalite agar makin tepat sasaran menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempertimbangkan pilihan mobilitas yang lebih efisien.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mendorong sepeda motor listrik menjadi salah satu pilihan utama untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap BBM sekaligus mendukung efisiensi belanja energi nasional.

Pembahasan penataan penyaluran Pertalite kembali mengemuka setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Pemerintah tengah mengkaji pembatasan akses Pertalite bagi kelompok masyarakat mampu, termasuk desil 9 dan 10, dengan penerapan secara bertahap setelah sistem pendukung siap.

Menurut AISMOLI, momentum tersebut perlu dilihat lebih luas dari sekadar penataan penerima subsidi. Indonesia juga memiliki kesempatan untuk mengurangi kebutuhan terhadap BBM secara struktural melalui percepatan adopsi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor yang merupakan moda transportasi dominan masyarakat.

“Penataan subsidi menjadi momentum yang tepat untuk memperluas pilihan masyarakat. Kalau masyarakat memiliki kendaraan yang lebih efisien untuk kebutuhan sehari-hari, ketergantungan terhadap BBM juga dapat berkurang. Sepeda motor listrik semakin relevan karena biaya operasionalnya lebih rendah dan pilihan produknya semakin beragam,” ujar Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi.

Potensi penghematannya tidak kecil. Kementerian ESDM (2022) sebelumnya pernah memperkirakan penggunaan 900 ribu sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun sekaligus menekan kompensasi Pertalite sekitar Rp480 miliar per tahun.

Untuk pengguna, Kementerian ESDM juga memperkirakan penghematan biaya BBM sepeda motor listrik dapat mencapai sekitar Rp2,68 juta per tahun.

Di tengah penataan subsidi Pertalite, motor listrik jadi pilihan mobilitas yang kian relevan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |