Novo Nordisk Ajak Perempuan Memahami Dampak Obesitas Terhadap Kesehatan

1 day ago 10

Novo Nordisk Indonesia menggelar diskusi bertajuk The Missing Conversation: Weight and Women’s Health. Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Obesitas merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat memengaruhi kesehatan perempuan secara menyeluruh, termasuk kesehatan metabolik, kardiovaskular, mental, dan reproduksi.

Melalui diskusi media bertajuk “The Missing Conversation: Weight and Women’s Health”, Novo Nordisk Indonesia mengajak publik memahami dampak obesitas di berbagai fase kehidupan perempuan, termasuk kaitannya dengan kondisi hormonal dan metabolik seperti Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS).

Diskusi ini juga menekankan pentingnya pengelolaan obesitas yang komprehensif, dipersonalisasi, dan berbasis sains, mulai dari perubahan gaya hidup hingga pilihan terapi medis sesuai evaluasi tenaga kesehatan.

Isu ini menjadi sangat relevan mengingat dampaknya terhadap kualitas hidup perempuan dapat meluas sejak masa remaja hingga pascamenopause. Di Indonesia, sekitar satu dari empat orang dewasa hidup dengan obesitas, dengan prevalensi pada perempuan yang tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yakni 36,4% berbanding 24,4%.

Guna membedah lebih dalam keterkaitan berat badan dengan berbagai pilar kesehatan tersebut, diskusi hari ini menghadirkan dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

"Obesitas bisa memengaruhi berbagai aspek kesehatan dan menurunkan kualitas hidup. Bahkan pada perempuan, obesitas bukan hanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, tapi juga berisiko memengaruhi kesehatan reproduksi. Mulai dari gangguan siklus menstruasi dan ovulasi, meningkatnya risiko infertilitas dan komplikasi pada kehamilan. Karena itu, obesitas perlu dipandang sebagai penyakit kronis yang membutuhkan penanganan komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, sesuai evaluasi dokter," ujar dr. Cynthia Agnes.

Lebih lanjut, dia menjelaskan salah satu contoh keterkaitan obesitas dengan kesehatan reproduksi adalah Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS), yang sebelumnya dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Perubahan nomenklatur ini mencerminkan pemahaman ilmiah bahwa kondisi tersebut bukan hanya berkaitan dengan ovarium, tetapi merupakan gangguan endokrin dan metabolik yang kompleks.

Novo Nordisk Indonesia mengajak publik memahami dampak obesitas di berbagai fase kehidupan perempuan.

Read Entire Article
Kabar berita |