jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Pedagang beras di Kota Bandung, mengeluhkan daya beli masyarakat yang mengalami penurunan.
Kondisi tersebut dinilai membuat konsumen cenderung memilih beras dengan harga paling murah.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Kosambi, Rahmat Kurnia (53 tahun) mengatakan, penurunan daya beli masyarakat saat ini cukup terasa. Ia menyebut penurunannya mencapai sekitar 80 persen.
"Penurunan daya beli jelas ada. Nyampe 80 persen mah ada," kata Rahmat saat ditemui di Pasar Kosambi, Kamis (3/9/2026).
Ia menuturkan, kondisi tersebut membuat masyarakat lebih mempertimbangkan harga ketimbang merek saat membeli beras.
Kurnia menilai, kualitas beras medium menjadi salah satu pilihan yang banyak dicari konsumen karena harganya lebih terjangkau. Sementara beras premium hanya beberapa kalangan masyarakat saja yang membeli.
"Yang sering dibeli mah sebenarnya kalau ada yang murah, ya yang murah," ujarnya.
Di sisi lain, ia menyebut stok beras di tingkat pedagang hingga kini masih tersedia. Ia mengatakan pasokan beras dapat datang hingga berton-ton dalam sepekan.







.jpeg)



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















