jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Seorang pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial FYP (20) warga Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, ditemukan tewas di rumahnya pada Selasa (15/9).
Polisi menduga persoalan utang pinjaman online (pinjol) menjadi salah satu latar belakang korban mengakhiri hidup.
Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang mengatakan peristiwa tersebut bermula pada Selasa sekitar pukul 09.50 WIB.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, FYP diketahui melakukan panggilan video dengan kekasihnya. Keduanya membicarakan persoalan utang. Dalam percakapan tersebut, korban mengaku baru saja membayar utang kepada seseorang.
"Saksi yang merupakan kekasihnya sempat menanyakan kepada korban apakah sudah melakukan pembayaran hutang pinjol," kata Nanang, Rabu (16/9).
Nanang mengatakan korban kemudian menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hidup. Kekasih korban yang panik lantas menghubungi rekan FYP agar segera mendatangi rumahnya.
"Sekitar pukul 11.05 WIB saksi sampai dan segera mendobrak pintu rumah. Saksi melihat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," jelasnya.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib. Tim Inafis Polres Tulungagung bersama petugas medis mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).



















.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















