jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah menyiapkan konsep penataan kawasan bantaran Sungai Code, tepatnya di sekitar Bendung Mergangsan dan Taman Perwira, menjadi pusat ekonomi baru berbasis wisata kuliner dan ruang publik interaktif.
Melalui pengembangan ini, Pemkot Yogyakarta bakal menghadirkan deretan kafe dan warung usaha mikro yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat.
Langkah ini diambil untuk mendorong kemandirian ekonomi warga agar tidak sekadar bergantung pada program bantuan pemandirian, melainkan mampu mengelola ruang usaha secara berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan bahwa pelaku usaha yang mengisi kawasan kuliner tersebut diprioritaskan berasal dari wilayah terdampak langsung.
"Yang menjadi perhatian, agar pelaku usaha yang mengisi kafe atau warung di kawasan tersebut berasal dari masyarakat sekitar, khususnya warga Kampung Surokarsan dan Kampung Prawirodirjan," ujar Wawan di Yogyakarta, Senin (7/9).
Menurut Wawan, penataan bantaran sungai harus berjalan beriringan antara kelestarian lingkungan, daya tarik pariwisata, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kawasan Bendung Mergangsan dan Taman Perwira dinilai memiliki lanskap potensial untuk ditata menjadi area publik yang produktif dan estetis.
Selain pengembangan wisata kuliner, Pemkot Yogyakarta juga mendorong pemanfaatan potensi perairan.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)










